Markus 10: 45
“Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”
Dalam dunia profesional maupun pelayanan, kita sering melihat perbedaan antara seorang pengamat dan seorang praktisi. Seperti contoh, seseorang yang mengikuti kelas memasak. Ia hadir tepat waktu, mencatat setiap resep dengan detail, dan sangat mengagumi hasil masakan gurunya. Tetapi, dia tidak pernah mau menyalakan kompor atau mencoba mengolah bahan sendiri. Jadi sebenarnya dia hanyalah seorang pengamat, bukan seorang murid.
Hal yang sama sering terjadi dalam kehidupan rohani kita. Kita mungkin terbiasa beribadah, mendengarkan Firman, dan merasa diberkati. Tetapi kita sama sekali tidak mengalami perubahan apapun - baik cara kita berpikir, bekerja, atau memperlakukan sesama. Di sinilah kita tanpa sadar sedang menjalani kehidupan rohani yang hanya sekadar penonton saja.
Hari ini, kita mau belajar dari renungan Markus 10: 45, dimana Yesus memberikan teladan yang benar bagaimana seharusnya menjadi murid-murid Kristus yang aktif menghidupi bukan hanya sekadar belajar dan tahu kebenaran.
Ada tiga poin yang bisa kita pelajari, diantaranya:
Pertama, seorang murid belajar memberi, bukan terus menuntut. Ia menyadari bahwa hidupnya telah ditebus oleh kasih karunia, sehingga hatinya tidak lagi dikuasai oleh ego dan kepentingan pribadi.
Kedua, seorang murid belajar rendah hati, bukan mengejar pengakuan. Ia tidak perlu selalu terlihat, dipuji, atau dianggap paling benar. Baginya, yang terpenting adalah kehendak Kristus nyata melalui hidupnya.
Ketiga, seorang murid bersedia memikul salib. Ia mau dibentuk, dikoreksi, dan tetap setia meski jalan mengikut Yesus tidak selalu mudah. Ia tidak mencari kenyamanan semata, tetapi pertumbuhan karakter yang lahir dari ketaatan.
Saya mengajak Anda untuk berhenti menjadi penonton rohani. Jadilah murid yang bukan hanya mendengar Firman, tetapi menghidupinya. Bukan hanya mengagumi Kristus, tetapi mengikuti-Nya dengan segenap hati.
Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”